<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-04-06T10:08:24Z</updated>
  <dc:date>2026-04-06T10:08:24Z</dc:date>
  <entry>
    <title>RI Punya Energi Alternatif Pengganti BBM-LPG, Ini Sumbernya</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300492" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300492</id>
    <updated>2026-04-06T07:00:22Z</updated>
    <published>2026-04-06T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mempersiapkan berbagai
  opsi pengganti peran Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Liquefied
  Petroleum Gas (LPG) yang sampai sekarang masih mengandalkan
  impor.&lt;br /&gt;Menyiapkan sumber energi alternatif itu merupakan arahan
  dari Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai upaya mencapai kemandirian
  energi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini adalah hasil tindak lanjut dari arahan Bapak
  Presiden pada saat kita rapat minggu lalu, sebelum beliau bertolak ke
  Jepang dan Korea Selatan,&amp;quot; kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman,
  dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, dikutip Senin
  (6/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Lantas apa saja opsi
  pengganti BBM-LPG?&lt;br /&gt;Bioetanol&lt;br /&gt;Dari   ranah Kementerian
  Pertanian, Indonesia mengarah pada pemanfaatan   tumbuhan (biofuel)
  sebagai bahan campuran BBM. Bioetanol misalnya,   saat ini fokus utama
  pemerintah mengembangkan campuran bioetanol   hingga 20% (E20) ke BBM
  jenis bensin.&lt;br /&gt;Bioetanol yang akan   dicampurkan itu berasal dari
  berbagai tumbuhan seperti jagung, tebu,   dan ubi. &amp;quot;Etanol
  campuran bensin 20%. Dari mana? Jagung, ubi, dan   tebu. Semua bisa
  tumbuh di Indonesia,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Menurutnya,   dengan
  campuran bioetanol ke bensin, maka bisa menekan konsumsi BBM   dari
  sumber fosil. Mengingat, Indonesia saat ini tercatat masih   mengimpor
  BBM basis fosil hingga 50%.&lt;br /&gt;Ia juga memastikan   ketersediaan
  bahan baku mencukupi, termasuk dari molase tebu yang   selama ini
  diekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bahan baku kita yang kita ekspor. Itu   ada 1
  juta ton. Itu molase atau tetes tebu. Ini bisa dijadikan dan   bisa
  meng-etanol 300 ribu ton,&amp;quot;
  ucapnya.&lt;br /&gt;Biodiesel&lt;br /&gt;Pemerintah juga melanjutkan program
  biodiesel sawit, termasuk target B50 untuk menghentikan impor
  solar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar
  digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu 5,3 juta ton. Itu tahun ini
  kita tidak impor. Dan itu selesai,&amp;quot; kata Amran dalam kesempatan
  yang sama.&lt;br /&gt;Menurutnya, situasi geopolitik justru menjadi momentum
  memperkuat kemandirian energi dan pangan nasional.&lt;br /&gt;Senada dengan
  itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
  telah menegaskan BBM jenis Solar kini tidak lagi bergantung pada
  impor, sehingga pasokan dalam negeri cukup aman meski di tengah
  gangguan pasokan energi di berbagai negara.&lt;br /&gt;Meski beberapa negara
  di Asia sudah mengumumkan kondisi krisis energi, namun menurutnya
  kondisi energi Indonesia saat ini terhitung masih dalam kondisi
  aman.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sekalipun negara-negara lain, negara tetangga
  sebagian, sebagian negara di Asia sudah mulai masuk dalam keadaan yang
  tidak diharapkan oleh hampir semua negara dalam hal ini darurat, kita
  harus yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa Solar kita insya Allah
  tidak lagi kita lakukan impor, jadi clear,&amp;quot; katanya dalam
  konferensi pers usai tinjauan pasokan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan
  Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis
  (26/3/2026).&lt;br /&gt;Elektrifikasi&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Center Of
  Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira pernah menyarankan
  pemerintah Indonesia untuk mendorong percepatan program elektrifikasi
  kendaraan secara paralel.&lt;br /&gt;&amp;quot;Swedia jadi negara yang imun
  terhadap gejolak minyak karena 61% porsi EV (kendaraan listrik) dari
  seluruh mobil baru,&amp;quot; ujar Bhima kepada CNBC Indonesia beberapa
  waktu lalu.&lt;br /&gt;Senada, Chief Executive Officer (CEO) Institute for
  Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyebut peralihan ke
  kendaraan listrik dan kompor listrik bisa menjadi langkah strategis
  untuk menekan konsumsi energi berbasis impor, baik BBM maupun
  LPG.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pada sektor transportasi misalnya, peralihan satu juta
  mobil berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik diperkirakan mampu
  mengurangi kebutuhan minyak mentah dalam jumlah signifikan.
  Penggantian satu juta mobil listrik dapat mengurangi kebutuhan minyak
  mentah hingga 13,2 juta barel per tahun,&amp;quot; ujar Fabby beberapa
  waktu lalu.&lt;br /&gt;Adapun pada sektor rumah tangga, lanjutnya,
  penggunaan kompor listrik juga dinilai efektif menekan konsumsi LPG.
  Bagi rumah tangga mampu, kompor listrik bahkan lebih ekonomis
  dibandingkan LPG nonsubsidi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada
  impor energi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jika rumah tangga mulai menggunakan kompor
  induksi, penghematan LPG bisa mencapai lebih dari 130 ton per
  tahun,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;PLTD ke PLTS&lt;br /&gt;Kementerian Energi dan
  Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggantikan sumber listrik dari
  Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan Pembangkit Listrik
  Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Tertinggal, Terluar, Terdepan
  (3T).&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan wilayah
  tersebut masih menggunakan PLTD sebagai sumber listrik. Ditambah,
  wilayah 3T juga belum tersambung dengan infrastruktur kelistrikan
  lainnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Itu kan sebagian besar itu masih memakai diesel
  kan. Itu ada di daerah-daerah 3T yang belum tersambung ke grid, mereka
  itu masih menggunakan diesel. Jadi ini program dedieselisasi,&amp;quot;
  ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat
  (13/3/2026).&lt;br /&gt;Beberapa lokasi yang disebut seperti Simeulue, Nias,
  Mentawai, hingga Enggano, akan diprioritaskan untuk PLTD-nya
  digantikan ke pembangkit EBT. Yang pasti, Kementerian ESDM sudah
  mengkaji wilayah-wilayah di Timur Indonesia untuk eksekusi rencana
  program tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini ada beberapa lokasi yang sudah
  didetifikasi di Ditjen Gatrik dan juga di Ditjen EBTKE. Yang
  mudah-mudahan itu yang kita prioritaskan di kawasan Timur
  Indonesia,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Jargas&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak
  dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman,
  menegaskan program jaringan gas untuk rumah tangga (jargas) akan
  semakin diperkuat. Terutama untuk menekan angka subsidi terhadap
  energi impor LPG.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi subsidi energi ini seperti tadi saya
  sudah jelaskan, kita bisa menurunkan apabila angka dari konsumsi bisa
  kita cut (kurangi) salah satunya terkait dengan konsumsi yang
  disubsidi misalnya LPG 3 kilo (kg). Makanya pada tahun 2025 dan
  dilanjutkan 2026 ini kita ada program jaringan gas (jargas),&amp;quot;
  ungkapnya saat menghadiri Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis
  (05/02).&lt;br /&gt;Berdasarkan data Kementerian ESDM, dilakukan pembangunan
  jargas sebanyak 115.264 Sambungan Rumah (SR) dari tahun anggaran
  2025/2026. Selanjutnya akan ditambah sebanyak 40.900 SR mulai semester
  kedua 2026 sehingga total jargas terbangun di akhir 2026 sebanyak
  856.472 SR.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini semua untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kilo
  dan ujungnya akan menurunkan angka subsidi juga,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;DME&lt;br /&gt;Pemerintah sedang menyiapkan proyek pengganti
  LPG melalui hilirisasi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl Ether (DME).&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil
  Lahadalia sempat menyampaikan, bahwa proyek DME cukup penting
  mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG.
  Setidaknya, konsumsi LPG RI mencapai 10 juta ton per tahun sementara
  kapasitas produksi domestik hanya sekitar 1,6 juta ton.&lt;br /&gt;Bahlil
  mengakui untuk membangun pabrik LPG dalam negeri tak mudah. Alasannya,
  LPG membutuhkan bahan baku gas yang mempunyai kandungan campuran
  Propane (C3) dan Butane (C4), sementara cadangan gas nasional
  didominasi oleh C1 dan C2.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sementara gas kita itu lebih
  banyak di C1, C2 Mau tidak mau harus ada substitusi impor Nah caranya
  adalah memanfaatkan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; low kalori untuk DME Itu bisa dipakai untuk mengganti
  LPG,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Namun sayangnya, hingga saat ini proyek
  tersebut memang belum berjalan. Hal tersebut terjadi karena masih
  terdapat sejumlah pertimbangan teknis.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah, memang belum,
  kenapa kok sekarang belum running, belum ini dan lain sebagainya, ya
  memang ada beberapa pertimbangan terkait dengan cadangan, terkait
  dengan letak lokasi posisi geografisnya. Di mana perusahaan tersebut
  menginginkan untuk relatif dekat dengan kebutuhan logistik dia,&amp;quot;
  kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno dalam acara Mining
  Zone CNBC Indonesia, dikutip Senin (26/1/2026).&lt;br /&gt;Menurut Tri, saat
  ini pemerintah masih melakukan diskusi untuk memastikan kesiapan
  proyek sebelum masuk tahap konstruksi. Harapannya, ketika nanti
  dilakukan groundbreaking benar-benar disesuaikan dengan kondisi yang
  ada.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jangan sampai juga groundbreaking terus nanti tidak
  bisa jalan, tetapi betul-betul groundbreaking yang sudah bisa jalan
  dan nantinya harapan kita betul-betul bisa menggantikan posisi LPG
  supaya impor LPG kita bisa berkurang,&amp;quot; kata Tri.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260406110002-4-724116/ri-punya-energi-alternatif-pengganti-bbm-lpg-ini-sumbernya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-06T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pertamina &amp; Dirjen Migas Pantau Langsung SPBE LPG di Jakarta-Bekasi</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300463" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300463</id>
    <updated>2026-04-06T07:00:19Z</updated>
    <published>2026-04-06T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi
  (Dirjen Migas) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;, Laode Sulaeman bersama dengan Pertamina Patra Niaga
  melakukan pengecekan distribusi serta kualitas dan kuantitas LPG di
  wilayah Jakarta dan Bekasi untuk memastikan proses distribusi berjalan
  optimal hingga ke tingkat pangkalan.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan
  Gas Bumi (Dirjen Migas) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Laode
  Sulaeman, didampingi oleh Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra
  Niaga, Eko Ricky Susanto, melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian
  Bulk Elpiji (SPBE) PT Sapta Arta Setia serta sejumlah pangkalan LPG di
  wilayah Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026). &lt;br /&gt;Pada kunjungan di
  SPBE, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap proses pengisian LPG ke
  tabung, mulai dari penimbangan, memastikan tidak adanya kebocoran,
  hingga pengecekan penyegelan tabung sebelum didistribusikan ke
  masyarakat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pengecekan dilanjutkan
  pada Sabtu (4/4/2026) di wilayah Jakarta,   tepatnya di SPBE Pertamina
  Trading and Services, Tanjung Priok, serta   beberapa pangkalan LPG di
  Jakata Utara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita pertama   kunjungi SPBE untuk memastikan
  penyiapan LPG berlangsung dengan baik   sesuai dengan aturan
  keselamatan kerja yang baik, beratnya juga kita   timbang dari dua
  hari ini, kemarin kami sudah ke Bekasi, hari ini kita   ke Jakarta,
  semua proses distribusi terkendali baik dan lancar,&amp;quot;   jelas
  Laode Sulaeman, dalam siaran pers Pertamina, dikutip Senin
  (6/4/2026).&lt;br /&gt;Selain SPBE, peninjauan juga dilakukan di tiga
  pangkalan LPG di Bekasi, yakni Pangkalan Suwondo, Pangkalan Herman,
  dan Pangkalan Sriyatun. Di Jakarta, peninjauan dilakukan ke Pangkalan
  Sumaryono, Pangkalan Lusy Vebriana, dan Pangkalan Hioe Muk Sien. Di
  lokasi tersebut, turut dilakukan pengecekan langsung terhadap berat
  LPG dalam tabung untuk memastikan kesesuaian sebelum disalurkan kepada
  masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Di pangkalan, kami timbang satu per satu
  beberapa tabung, dan semuanya beratnya terpenuhi, harganya juga
  terpenuhi. Artinya bukan hanya stok yang aman, tetapi keandalan
  distribusinya juga aman. Dari sisi keselamatan juga sudah kami cek,
  dan Insya Allah semua berjalan lancar,&amp;quot; tambah Laode.&lt;br /&gt;Dalam
  kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga,
  Eko Ricky Susanto, menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga terus
  memastikan distribusi LPG berjalan optimal hingga ke tingkat
  pangkalan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini bagian dari upaya kami dalam memastikan
  distribusi LPG tersebar merata ke seluruh wilayah, khususnya sampai
  dengan pangkalan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, bisa
  mendapatkan LPG tabung 3 kg di pangkalan terdekat. Kami berkomitmen
  menjaga ketersediaan LPG tabung 3 kg tidak hanya di Jakarta atau Jawa,
  tetapi di seluruh Indonesia,&amp;quot; ujar Eko.&lt;br /&gt;Pertamina Patra
  Niaga berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan kelancaran
  distribusi energi, termasuk LPG, agar dapat diakses masyarakat dengan
  aman dan sesuai kebutuhan di berbagai wilayah Indonesia. Pertamina
  Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk dapat menggunakan energi secara
  bijak serta melakukan pembelian LPG secara wajar dan secukupnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260406081313-4-724063/pertamina-dirjen-migas-pantau-langsung-spbe-lpg-di-jakarta-bekasi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-06T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Net Buy Asing Pilih-Pilih, Saham Ini Jadi Buruan Utama</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300434" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300434</id>
    <updated>2026-04-06T07:00:15Z</updated>
    <published>2026-04-06T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat masih melakukan
  aksi beli bersih (net foreign buy) secara selektif di sejumlah saham
  selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026, di tengah tekanan jual
  bersih yang masih membayangi pasar saham domestik.&lt;br /&gt;Berdasarkan
  data perdagangan, meskipun secara agregat asing mencatatkan net sell
  sebesar Rp2,95 triliun dalam sepekan, aliran dana asing terlihat masuk
  ke beberapa saham tertentu dengan nilai akumulasi yang cukup
  signifikan. Fenomena ini mencerminkan strategi rotasi investasi asing
  ke saham-saham dengan katalis spesifik dan momentum penguatan di
  tengah kondisi pasar yang masih volatil.&lt;br /&gt;Saham PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Andalan Indonesia Tbk.
  (AADI) menjadi incaran utama dengan catatan net foreign buy sebesar
  Rp314,1 miliar. Diikuti PT Emas Antam Indonesia Tbk. (EMAS) Rp178
  miliar dan PT MNC Studios International Tbk. (MSIN) Rp176,2 miliar.
  Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mencatatkan net buy
  Rp121,7 miliar, disusul PT United Tractors Tbk. (UNTR) Rp107,2
  miliar.&lt;br /&gt;Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy
  terbesar pada 30 Maret–2 April 2026: &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Andalan   Indonesia
  Tbk. (AADI) - Rp314,1 miliar&lt;br /&gt;PT Emas Antam Indonesia   Tbk.
  (EMAS) - Rp178,0 miliar&lt;br /&gt;PT MNC Studios International Tbk.
  (MSIN) - Rp176,2 miliar&lt;br /&gt;PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) -
  Rp121,7 miliar&lt;br /&gt;PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp107,2
  miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt;
  Energy Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp93,3 miliar&lt;br /&gt;PT Astra
  International Tbk. (ASII) - Rp75,5 miliar&lt;br /&gt;PT Bumi Resources Tbk.
  (BUMI) - Rp52,9 miliar&lt;br /&gt;PT Citra Borneo Indah Tbk. (CBDK) - Rp48,0
  miliar&lt;br /&gt;PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp42,9
  miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, Indeks Harga Saham
  Gabungan (IHSG) terkoreksi   0,99% secara mingguan ke level 7.026,78
  dari posisi sebelumnya di   7.097,05. Sepanjang pekan, indeks sempat
  menyentuh level tertinggi di   7.207,16 dan terendah di 6.945,50,
  menunjukkan volatilitas yang masih   cukup tinggi di tengah sentimen
  pasar yang belum   stabil.&lt;br /&gt;Pelemahan IHSG juga dibarengi dengan
  penurunan signifikan   pada aktivitas perdagangan. Rata-rata nilai
  transaksi harian anjlok   36,69%, sementara volume transaksi turun
  8,62%. Kapitalisasi pasar pun   ikut tergerus sebesar 1,69% menjadi
  Rp12.305 triliun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260405203544-17-724018/net-buy-asing-pilih-pilih-saham-ini-jadi-buruan-utama"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-06T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Dibuka Bertenaga, Saham BUMI, MEDC, hingga ADRO Melaju</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300405" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300405</id>
    <updated>2026-04-06T07:00:12Z</updated>
    <published>2026-04-06T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada
  perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Sejumlah saham seperti BUMI,
  MEDC, hingga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;
  tercatat bergerak menguat pada perdagangan pagi hari.&lt;br /&gt;Melansir
  data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan
  Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 0,20% ke posisi 482,71. Dari 27
  konstituen, sebanyak 12 saham menguat, 11 melemah, dan 4 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Bumi Resources
  Tbk. (BUMI) yang naik 2,63% ke Rp234, diikuti saham PT Medco Energi
  Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,87% ke Rp1.635, dan saham PT Alamtri
  Resources Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) yang naik 1,60% ke
  Rp2.540.&lt;br /&gt;Selain itu, saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA)
  turut mengalami kenaikan 1,37% ke Rp2.950, diikuti saham PT Telkom
  Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 0,64% ke Rp3.150, dan saham PT
  Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menguat 0,60% ke
  Rp1.680.&lt;br /&gt;Sejumlah perbankan besar juga tercatat menguat pada
  perdagangan hari ini, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  (BBRI) naik 0,90% ke Rp3.350, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  (BMRI) menguat 0,65% ke Rp4.680, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
  menguat 0,38% ke Rp6.600, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  (BBNI) menguat 0,27% ke Rp3.710.&lt;br /&gt;Sementara sejumlah saham yang
  stagnan pada pembukaan perdagangan antara lain PT Astra International
  Tbk. (ASII), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Kalbe Farma Tbk.
  (KLBF), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA).&lt;br /&gt;Sebaliknya,
  sejumlah saham yang bergerak melemah antara lain PT Barito Pacific
  Tbk. (BRPT) yang melemah 5,08% ke Rp1.215, PT Mitra Adiperkasa Tbk.
  (MAPI) melemah 2,68% ke Rp1.270, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
  (AMRT) melemah 2,08% ke Rp1.410.&lt;br /&gt;Hal yang sama dialami oleh PT
  Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang lesu 1,10% ke Rp3.600, PT Mayora Indah
  Tbk. (MYOR) melemah 1,07% ke Rp1.845, PT Indah Kiat Pulp &amp;amp; Papers
  Tbk. (INKP) melemah 0,52% ke Rp9.575, dan PT Pertamina Geothermal
  Energy Tbk. (PGEO) melemah 0,49% ke Rp1.015.&lt;br /&gt;Sebelumnya, IHSG
  diproyeksikan berpotensi menguji area 7.150–7.200 pada pekan 6–10
  April 2026, tetapi tekanan jual masih membayangi seiring dominasi
  sentimen global dan arus keluar dana asing.&lt;br /&gt;Analis BRI Danareksa
  Sekuritas Reza Diofanda, Chory Agung, dan Abida Massi Armand, mencatat
  IHSG pada pekan 30 Maret–2 April 2026 ditutup melemah 1,59% ke level
  7.026 dengan net foreign sell mencapai Rp4,77 triliun. &lt;br /&gt;Tekanan
  tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran yang
  mendorong pelaku pasar bersikap risk off, ditambah isu domestik
  terkait saham dengan kepemilikan terkonsentrasi yang turut menjadi
  perhatian investor belakangan. &lt;br /&gt;Dalam proyeksi teknikal, BRI
  Danareksa Sekuritas melihat peluang rebound IHSG masih terbuka selama
  indeks mampu bertahan di atas level support 6.950.&lt;br /&gt;“IHSG
  berpotensi mengalami rebound selama masih mampu bertahan di area
  support 6.950, dengan kondisi saat ini yang menunjukkan konsolidasi
  dan pelemahan momentum bearish, sehingga membuka peluang kenaikan
  menuju 7.150–7.200,” tulis tim riset. &lt;br /&gt;Meskipun demikian, risiko
  penurunan lanjutan tetap perlu diwaspadai. IHSG dinilai masih berada
  dalam pola descending triangle yang mencerminkan tekanan jual
  dominan.&lt;br /&gt;“IHSG saat ini menunjukkan potensi bearish continuation
  dengan pola descending triangle, di mana tekanan jual masih dominan
  terlihat dari lower high dan MACD yang kembali melemah,” kata analis.
  &lt;br /&gt;Skenario negatif dapat terkonfirmasi apabila IHSG kembali turun
  di bawah level 6.950, yang berpotensi membuka ruang pelemahan lebih
  dalam. &lt;br /&gt;Selain faktor teknikal, tekanan eksternal juga dinilai
  memberikan andil. Salah satunya, penguatan dolar AS di tengah eskalasi
  konflik global yang menekan rupiah dan berpotensi mendorong IHSG
  bergerak di bawah level 7.000 apabila diiringi aksi jual asing yang
  masif. &lt;br /&gt;”Menurut analis, pelemahan rupiah berpotensi berlanjut
  hingga menyentuh Rp17.500 pada 2026 jika konflik tidak mereda. Kondisi
  ini turut berdampak pada pasar saham, di IHSG dapat bergerak di bawah
  level 7000 dengan tekanan net foreign sell yang masif,”
  katanya.&lt;br /&gt;Sementara dari dalam negeri, pasar akan berfokus pada
  realisasi 8 kebijakan penghematan nasional oleh pemerintah sebagai
  respons terhadap tekanan global. Kebijakan ini diprediksi menghasilkan
  penghematan yang signifikan, dengan Rp6,2 triliun dari WFH ASN dan
  Rp130 triliun dari efisiensi anggaran.&lt;br /&gt;Di satu sisi, aksi Bursa
  Efek Indonesia (BEI) yang telah menuntaskan empat agenda penguatan
  transparansi pasar modal, turut dinilai memberikan sentimen positif
  secara jangka panjang terhadap pasar. Namun, secara jangka pendek
  sentimen cenderung mixed lantaran pasar masih akan fokus pada perang
  Iran.&lt;br /&gt;Adapun empat agenda transparansi pasar modal yang telah
  dilakukan OJK dan SRO antara lain penyediaan data kepemilikan saham di
  atas 1%, implementasi pengumuman High Shareholding Concentration
  (HSC), penguatan granularity klasifikasi investor dalam data
  kepemilikan saham KSEI menjadi total 39 klasifikasi dan tipe investor,
  dan kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.&lt;br /&gt;”Dalam jangka
  panjang, langkah ini merupakan transformasi positif karena
  meningkatkan standar, transparansi, dan investability pasar Indonesia,
  sehingga membuka peluang peningkatan aliran dana asing dan deadline
  yang sudah diberikan oleh indeks global Mei 2026 ini,”
  katanya.&lt;br /&gt;Di satu sisi, pasar diramal memiliki kekhawatiran pada
  saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau free float yang
  terbatas, yang turut berisiko terdampak jika tidak memenuhi kriteria
  MSCI.&lt;br /&gt;______&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260406/7/1964409/indeks-bisnis-27-dibuka-bertenaga-saham-bumi-medc-hingga-adro-melaj"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-06T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bijak Gunakan BBM: Solusi Nyata Hadapi Krisis Energi dan Perubahan Iklim</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300333" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300333</id>
    <updated>2026-04-06T01:00:10Z</updated>
    <published>2026-04-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Ilustrasi--Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis
  Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa
  (31/3/2026).( ANTARA/Aprillio Akbar)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;DI tengah
  meningkatnya tekanan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;krisis
  energi&lt;/span&gt; global dan   ancaman perubahan iklim yang kian nyata,
  pola konsumsi energi   masyarakat menjadi sorotan utama. Bagaimana
  kita menggunakan Bahan   Bakar Minyak (BBM) hari ini akan menjadi
  penentu kualitas hidup   generasi mendatang. Perubahan perilaku dalam
  mengonsumsi BBM secara   bijak bukan lagi sekadar pilihan, melainkan
  sebuah keharusan untuk   menyelamatkan masa depan
  negeri.&lt;br /&gt;Direktur The Climate Reality   Project Indonesia, Amanda
  Katili Niode, menegaskan bahwa isu   penggunaan BBM secara bijak harus
  segera bertransformasi dari sekadar   wacana menjadi realitas yang
  dijalani sehari-hari. Menurutnya, ada   korelasi langsung antara
  konsumsi BBM masyarakat dengan eskalasi   krisis iklim.&lt;br /&gt;“Setiap
  liter BBM yang kita bakar berarti kita   menambah emisi gas rumah kaca
  ke atmosfer. Dampaknya nyata dan kita   sudah merasakannya saat ini,”
  ujar Amanda.Baca juga : Konflik Timur   Tengah Uji Ketahanan Fiskal,
  Respons Pemerintah Perlu   Diperkuat&lt;br /&gt;Dampak Nyata di Depan
  Mata&lt;br /&gt;Amanda memaparkan bahwa   fenomena cuaca ekstrem, pergeseran
  musim yang sulit diprediksi, hingga   bencana banjir dan kekeringan
  yang silih berganti bukanlah ancaman   masa depan, melainkan kenyataan
  pahit hari ini. Dalam konteks ini,   kebiasaan mobilitas masyarakat
  yang bergantung pada BBM menjadi faktor   krusial yang tidak bisa
  diabaikan.&lt;br /&gt;Berikut adalah ringkasan   dampak penggunaan BBM
  berlebih terhadap lingkungan dan kualitas hidup:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Aspek&lt;br /&gt;Dampak Konsumsi BBM Berlebih&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Lingkungan Global&lt;br /&gt;Peningkatan emisi gas
  rumah kaca dan   pemanasan global.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kesehatan
  Masyarakat&lt;br /&gt;Polusi udara meningkat dan risiko   penyakit
  pernapasan bertambah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ekosistem&lt;br /&gt;Tekanan
  pada sumber daya air dan terganggunya   ketahanan pangan.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ekonomi&lt;br /&gt;Ketidakstabilan akibat ketergantungan pada
  sumber   energi terbatas.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bijak Tanpa
  Harus Mengorbankan&lt;br /&gt;Meskipun mendukung penuh   kampanye penggunaan
  BBM secara bijak, Amanda mengingatkan bahwa konsep   &amp;quot;bijak&amp;quot;
  tidak berarti membatasi aktivitas secara kaku.   Intinya adalah
  menggunakan energi dengan kesadaran penuh, efisiensi,   dan tanggung
  jawab.Baca juga : Pertamina Patra Niaga Jaga Stabilitas   Pasokan
  Energi di Tengah Dinamika Global&lt;br /&gt;“Ini bukan soal melarang   orang
  menggunakan kendaraan, tetapi bagaimana kita mengelola energi
  tersebut,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa perubahan besar seringkali
  lahir dari akumulasi tindakan kecil yang konsisten, seperti:&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Mengurangi perjalanan yang tidak mendesak.&lt;br /&gt;Menerapkan
  praktik berbagi kendaraan (carpooling).&lt;br /&gt;Beralih ke moda
  transportasi umum.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Momentum Perubahan Gaya
  Hidup&lt;br /&gt;Kondisi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;krisis
  energi&lt;/span&gt; global saat   ini, yang ditandai dengan fluktuasi harga
  dan gangguan pasokan,   seharusnya menjadi titik balik bagi masyarakat
  untuk meninjau ulang   pola konsumsi yang selama ini dianggap normal.
  Amanda melihat situasi   ini sebagai momentum emas untuk beralih ke
  gaya hidup   berkelanjutan.&lt;br /&gt;“Kita tidak bisa terus mengandalkan
  sumber energi   yang terbatas dan merusak lingkungan. Generasi
  mendatang akan   menanggung beban terbesar dari keputusan kita hari
  ini. Jadi, mari   kita mulai bersikap bijak dalam menggunakan BBM hari
  ini,” pungkasnya. (Z-1)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/876374/bijak-gunakan-bbm-solusi-nyata-hadapi-krisis-energi-dan-perubahan-iklim"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://mediaindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Heboh Perang di Mana-Mana, China Tetap yang Jadi Juaranya</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300253" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300253</id>
    <updated>2026-04-05T01:00:10Z</updated>
    <published>2026-04-05T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang pecah di Timur Tengah menjadi
  &amp;quot;lampu sorot&amp;quot; bagi daya tahan China dalam menghadapi gejolak
  energi global.&lt;br /&gt;China mengonsumsi minyak dalam jumlah sangat besar
  dari kawasan Teluk dan mengimpor hampir sebanyak gabungan impor India,
  Jepang, dan Korea Selatan. Namun ketika negara-negara Asia lain
  meminta warganya menghemat energi, mulai dari mandi lebih singkat
  hingga bekerja dari rumah, media resmi Partai Komunis China justru
  menyatakan bahwa negara tersebut memiliki &amp;quot;mangkuk nasi
  energi&amp;quot; sendiri.&lt;br /&gt;Editorial tersebut tidak menyebutkan bahwa
  Beijing secara tidak resmi membatasi ekspor bahan bakar untuk
  menghemat pasokan. Meski demikian, China dinilai lebih terlindungi
  dibanding banyak negara tetangganya berkat kebijakan bertahun-tahun
  yang mengurangi kerentanan terhadap guncangan energi.&lt;br /&gt;China
  memiliki armada kendaraan listrik yang hampir setara dengan gabungan
  seluruh dunia, cadangan minyak yang besar dan terus bertambah, pasokan
  energi yang terdiversifikasi, serta jaringan listrik yang hampir
  sepenuhnya mandiri berkat &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; domestik dan energi terbarukan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut
  Lauri Myllyvirta, co-founder Centre for Research on   Energy and Clean
  Air, situasi saat ini sesuai dengan perencanaan   jangka panjang
  China.&lt;br /&gt;&amp;quot;Situasi saat ini benar-benar   mendekati apa yang
  telah direncanakan para perencana China selama   beberapa
  dekade,&amp;quot; katanya, dikutip dari Reuters, Sabtu   (4/4/2026).
  &amp;quot;Ini memvalidasi dorongan untuk mengurangi   ketergantungan pada
  bahan bakar fosil yang diangkut melalui   laut.&amp;quot;&lt;br /&gt;Pada akhir
  2020, Beijing menargetkan pembelian   kendaraan listrik mencapai 20%
  dari penjualan mobil baru pada 2025.   Namun, tahun lalu penjualan
  kendaraan listrik sudah mencapai setengah   dari seluruh kendaraan
  baru.&lt;br /&gt;Ledakan tak terduga ini membuat   konsumsi bahan bakar
  China mencapai puncaknya setelah puluhan tahun   tumbuh pesat. Negara
  tersebut kini membakar dan mengimpor lebih   sedikit minyak dibanding
  perkiraan beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;Minyak   yang digantikan oleh
  kendaraan listrik tahun lalu diperkirakan setara   dengan volume impor
  China dari Arab Saudi, menurut estimasi lembaga   riset energi di
  Finlandia tersebut.&lt;br /&gt;Jaringan listrik China juga   hampir
  sepenuhnya ditopang &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; domestik dan   energi terbarukan yang berkembang pesat.
  Pertumbuhan energi bersih   bahkan melampaui target Beijing, sehingga
  hampir seluruh tambahan   kebutuhan listrik tiap tahun dipenuhi oleh
  proyek baru tenaga surya   atau angin.&lt;br /&gt;Kondisi ini mengurangi
  kebutuhan impor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; serta gas alam   cair (LNG), khususnya di beberapa
  provinsi pesisir yang sebelumnya   bergantung pada bahan bakar
  tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu, kendati China   mengimpor minyak dalam
  jumlah besar, namun berbeda dengan importir   Asia lainnya, Beijing
  menghindari ketergantungan pada satu pemasok.   Sebagai perbandingan,
  Jepang membeli hampir 80% minyaknya dari Arab   Saudi dan Uni Emirat
  Arab. China memperoleh porsi serupa dari delapan   negara
  berbeda.&lt;br /&gt;Beijing juga membeli minyak diskon dari Rusia,
  Venezuela, dan Iran, negara-negara yang terkena sanksi Amerika Serikat
  sehingga dihindari sebagian besar pembeli.&lt;br /&gt;Sebagian impor
  tersebut dialirkan ke cadangan strategis minyak yang bersifat rahasia.
  Ukuran pastinya tidak diketahui, namun bersama stok milik perusahaan
  kilang komersial, China diperkirakan memiliki cadangan yang cukup
  untuk menggantikan impor melalui Selat Hormuz selama sekitar tujuh
  bulan.&lt;br /&gt;Produksi minyak domestik China juga mencapai rekor 4,3
  juta barel per hari tahun lalu, setara sekitar 40% dari total impor.
  Namun cadangan minyak domestik menipis, sehingga kecil kemungkinan
  China meniru lonjakan minyak serpih seperti yang terjadi di
  AS.&lt;br /&gt;Menurut Chen Lin, Wakil Presiden lembaga riset migas, Rystad
  Energy, permintaan minyak China kemungkinan segera mencapai
  puncaknya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Permintaan minyak China kemungkinan mencapai
  puncaknya tahun ini dan kemudian menurun,&amp;quot; katanya.&amp;quot;Jadi
  meskipun porsi impor tetap tinggi, situasinya tidak mungkin
  memburuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;Gas alam menjadi cerita berbeda. Produksi
  domestik meningkat cukup cepat sehingga, bersama impor melalui pipa,
  China kini mengimpor lebih sedikit LNG dibanding 2020.&lt;br /&gt;Jaringan
  pipa energi China memungkinkan diversifikasi dari jalur laut dengan
  pasokan dari Rusia, Asia Tengah, dan Myanmar. Rencana ambisius
  pembangunan pipa baru Rusia-China, Power of Siberia 2, masih
  membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum selesai.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(luc/luc)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260404133830-4-723845/heboh-perang-di-mana-mana-china-tetap-yang-jadi-juaranya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-05T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Daftar 10 Top Leaders IHSG Pekan Ini, Saham DSSA, MSIN &amp;amp IMPC Dorong Laju Indeks</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300211" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300211</id>
    <updated>2026-04-04T07:00:12Z</updated>
    <published>2026-04-04T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah saham big caps mencatatkan kinerja
  yang impresif dan masuk dalam jajaran 10 top leaders sepekan
  perdagangan periode 30 Maret—2 April 2026. Sejumlah saham
  berkapitalisasi jumbo seperti DSSA, MSIN, hingga IMPC tercatat menjadi
  pendorong laju indeks selama sepekan.&lt;br /&gt;Melansir data Bursa Efek
  Indonesia (BEI), saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
  menduduki urutan pertama dalam daftar ini setelah mampu mencatatkan
  penguatan 12,2% selama sepekan dan mendorong IHSG sebesar 27,02
  poin.&lt;br /&gt;Adapun saham grup Sinarmas ini mampu mencatatkan penguatan
  dari harga Rp63.200 per saham, menjadi Rp70.375 per saham pada
  perdagangan Jumat (2/4/2026).&lt;br /&gt;Mengekor di belakangnya, saham PT
  MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) tercatat menguat 60,58% selama
  sepekan dan mendorong IHSG sebesar 11,93 poin, saham PT Impack Pratama
  Industri Tbk. (IMPC) menguat 20,43% dan mendorong 11,43 poin, dan
  saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) telah menguat 2,62%
  dan berkontribusi 8,36 poin terhadap laju indeks.&lt;br /&gt;Selain itu,
  kontribusi yang signifikan juga diberikan oleh saham PT Indofood
  Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan naik 10,88% dan mendorong 6,18 poin
  laju IHSG, saham PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) menguat 6,54% dan mendorong 4,65 poin
  IHSG, serta saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menguat
  9,77% dan mendorong IHSG sebesar 4,27 poin.&lt;br /&gt;Terakhir, saham PT
  GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang menguat 3,92% mendorong IHSG
  sebesar 3,94 poin, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat
  19,72% dan mendorong IHSG 3,93 poin, dan saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) yang menguat 3,52%, berkontribusi 3,74 poin terhadap laju
  IHSG.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, selama sepekan perdagangan, IHSG tercatat
  lesu. Indeks yang menutup akhir pekan lalu pada level 7.097,05,
  terkoreksi 0,99% ke level 7.026,78. Torehan kapitalisasi saham Bursa
  juga menguap 1,69% menjadi Rp12,30 triliun pada akhir pekan
  ini.&lt;br /&gt;Koreksi turut diperlihatkan oleh rata-rata nilai transaksi
  harian (RNTH) yang tergerus 36,69%. RNTH tercatat berada di angka
  Rp23,32 triliun pada kurun 25–27 Maret 2026, tetapi ambles menjadi
  Rp14,77 triliun pada pekan ini.&lt;br /&gt;Berikut daftar 10 top leaders
  IHSG sepekan:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kode&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kenaikan (%)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;IHSG (Poin)&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;DSSA&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;12,2&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;27,02&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;MSIN&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;60,58&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;11,93&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;IMPC&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;20,43&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;11,43&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;TLKM&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;2,62&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;8,36&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;INDF&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;10,88&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;6,18&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;BUMI&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;6,54&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;4,65&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;MBMA&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;9,77&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;4,27&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;GOTO&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3,92&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;3,94&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;MAPI&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;19,72&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3,93&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;BRMS&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3,52&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3,74&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260404/7/1964187/daftar-10-top-leaders-ihsg-pekan-ini-saham-dssa-msin-impc-dorong-laju-indeks"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-04T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pelaksanaan K3 Arutmin Tambang Kintap dimonitor</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300159" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300159</id>
    <updated>2026-04-04T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-04-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Banjarmasin (ANTARA) - Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan
  (Kalsel) monitoring pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau
  K3 PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; Indonesia
  Tambang Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala) provinsi setempat.
  &amp;quot;Kami lakukan monitoring ke PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; Tambang Kintap untuk
  mengetahui/memastikan K3 berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang
  berlaku,&amp;quot; ujar Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha ketika
  dikonfirmasi, Jumat. Pasalnya, lanjut Jihan, PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; Indonesia Tambang
  Kintap salah satu perusahaan nasional tentu memiliki standar penerapan
  K3 yang bagus, khususnya dalam upaya pencapaian target zero accident
  (nol kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja atau insiden di tempat
  kerja).“Sejauh ini, kemarin kami bersama tim Dinas Tenaga Kerja dan
  Transmigrasi (Disnakertrans)Kalsel) juga, banyak paparan paparan yang
  sudah disampaikan dan tentunya itu akan menjadi hal yang positif juga
  bagi kita,&amp;quot; ucap &amp;quot;Srikandi&amp;quot; Partai Gerindra tersebut.
  Selain ikut bangga atas capaian PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; Indonesia Tambang
  Kintap memperoleh penghargaan kecelakaan nihil (zero accident award)
  selama tiga tahun berturut-turut, Jihan berharap prestasi tersebut
  bisa menjadi contoh dan motivasi bagi perusahaan-perusahaan tambang
  yang beroperasi di Kalsel dalam menekan angka kecelakaan kerja dan
  penyakit akibat kerja“Mudah-mudahan hal-hal yang baik dari PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; di Site Kintap bisa
  diimplementasikan juga untuk perusahaan-perusahaan lain, mengingat
  kita tadi menekan untuk zero accident di setiap perusahaan-perusahaan,
  khususnya perusahaan tambang yang ada di Kalsel, ” tegas Jihan. Baca
  juga: Kemeriahan ABR 2025 ditandai gun start, junjung semangat
  inklusiManager Tambang Kintap Deddy Heryanto menyampaikan terima kasih
  atas kunjungan dan masukan-masukan dari Komisi IV DPRD Kalsel terkait
  pelaksanaan K3, dan menyatakan pihaknya sangat bersungguh-sungguh
  dalam menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja termasuk
  keluarganya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;“Mudah mudahan dengan komitmen
  kami yang sungguh sungguh untuk   menjaga keselamatan kerja seluruh
  karyawan PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt;
  Indonesia,&amp;quot; ujar   Deddy.Baca juga: &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; ngobrol santai
  bersama media di momen berbuka puasaTak hanya itu, pria yang juga
  menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang pada perusahaan tersebut
  menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi
  masyarakat sekitar melalui berbagai program Corporate Social
  Responsibility (CSR).“Kami akan terus memperbaiki diri akan terus
  melanjutkan program program kami yang sudah kami canangkan sehingga
  bisa bermanfaat bagi masyarakat dan juga bisa berhasil secara
  berkesinambungan,&amp;quot; ucapnya.Ia menambahkan, PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; Tambang Kintap yang
  baru beroperasi sejak Tahun 2011 telah berhasil memperoleh Penghargaan
  Kecelakaan Nihil selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2023
  hingga 2025.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Kita berharap, di Tahun 2026
  ini kembali memperoleh   penghargaan yang sama dari Kementerian Energi
  Sumber Daya Mineral   Republik Indonesia (ESDM RI),&amp;quot; pungkas
  Deddy. Pada Kamis (2/4)   itu, selain melakukan monitoring terkait K3,
  Komisi IV DPRD Kalsel   juga mencermati pelaksanaan CSR, reklamasi
  bekas galian tambang serta   penanggulangan dampak kesehatan bagi
  masyarakat di sekitar area   pertambangan milik PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;arutmin&lt;/span&gt; Indonesia tersebut.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://kalsel.antaranews.com/berita/512977/pelaksanaan-k3-arutmin-tambang-kintap-dimonitor"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://kalsel.antaranews.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Minister Bahlil Signals Potential Production Increase for Coal and Nickel</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300095" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300095</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:28Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Energy and Mineral Resources Minister Bahlil Lahadalia stated on
  Thursday (3/26/2026) that the government is likely to implement a
  &amp;quot;measured relaxation&amp;quot; of &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; and nickel production
  quotas in response to the surge in global commodity prices triggered
  by the U.S.-Iran conflict.&amp;quot;If prices remain stable and favorable,
  we will introduce measured relaxation in production planning,&amp;quot; he
  remarked during a briefing published via the State Secretariat’s
  YouTube channel.The Ministry of Energy and Mineral Resources initially
  set the 2026 &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt;
  production quota at 600 million tons, a significant decrease from the
  2025 realization of 790 million tons due to previous oversupply
  issues.However, the recent blockade of the Strait of Hormuz has
  disrupted global oil and gas distribution, causing &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; prices to spike past USD
  130 per ton.President Prabowo Subianto has instructed relevant
  ministries to optimize state revenue by capitalizing on these
  &amp;quot;windfall profits.&amp;quot;Under the proposed plan, the government
  will revise the 2026 Work Plan and Budget (RKAB) to adjust production
  targets, while remaining cautious in balancing international supply
  and demand to maintain price stability.In addition to &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt;, the government is also
  considering easing restrictions on nickel ore, which was previously
  capped at approximately 260 million tons for 2026 to support market
  prices.The move reflects the government's flexible approach to
  balancing price stability with supply resilience and the optimization
  of state revenue amidst volatile global market dynamics.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.djakarta-miningclub.com/news/minister-bahlil-signals-potential-production-increase-for-coal-and-nickel"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://djakarta-miningclub.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Japan to Temporarily Expand Coal-Fired Power Use Over Fuel Supply Concerns Amid Iran War</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300088" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300088</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:27Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Japan has decided to temporarily expand &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt;-fired power generation
  for one year to address concerns over crude oil and liquefied natural
  gas supplies amid the ongoing US-Israeli war with Iran, according to a
  Kyodo News report on Friday.A panel at Japan’s Ministry of Economy,
  Trade and Industry approved a plan Friday to lift operating
  restrictions on older, less efficient &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt;-fired plants for one
  year from April.The move marks a temporary step back from Japan’s
  policy of phasing out inefficient &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt;-fired generation and
  advancing decarbonization.The decision comes as US and Israeli attacks
  on Iran launched in late February have driven up oil prices and
  disrupted supplies due to the effective closure of the Strait of
  Hormuz, a key route for energy shipments.Japan imports most of its oil
  from the Middle East, while &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; supplies from countries
  such as Australia and Indonesia are seen as less exposed to the
  conflict.About 4 million tons of Japan’s annual LNG imports pass
  through the Strait of Hormuz, and the ministry estimates expanded
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; use could reduce
  LNG consumption by about 500,000 tons a year.“In order to ensure
  stable (power) supplies, we will take proactive measures,” a ministry
  official said, according to Kyodo.In fiscal 2024, gas-fired thermal
  power accounted for 32% of Japan’s electricity generation, followed by
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; at 29%,
  according to the Agency for Natural Resources and Energy.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.djakarta-miningclub.com/news/japan-to-temporarily-expand-coal-fired-power-use-over-fuel-supply-concerns-amid-iran-war"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://djakarta-miningclub.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ramai-Ramai Maskapai Asia Ketar-ketir Harga BBM Naik</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300072" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300072</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:26Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan di Asia kompak
  mengambil langkah darurat seiring lonjakan tajam harga bahan bakar jet
  akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan biaya energi ini
  memaksa pelaku industri menekan pengeluaran hingga menaikkan tarif
  tiket demi menjaga keberlangsungan bisnis.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Harga minyak
  mentah tercatat melonjak lebih dari 50% sejak   konflik pecah pada 28
  Februari, sementara harga bahan bakar jet global   bahkan naik lebih
  dari dua kali lipat. Lonjakan ini menjadi pukulan   telak bagi
  industri penerbangan yang sangat bergantung pada stabilitas   harga
  energi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikut situasi beberapa maskapai di dunia,
  seperti dikutip BBC   International, Kamis (2/4/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Korea Selatan (Korsel)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tekanan kenaikan
  harga energi langsung terasa di Korea Selatan   (Korsel) yang sangat
  bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah.   Dalam beberapa
  hari terakhir, maskapai besar seperti Korean Air,   Asiana Airlines,
  dan Busan Air kompak menerapkan kebijakan manajemen darurat.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Langkah yang diambil umumnya berfokus pada efisiensi internal,
  mulai dari menahan ekspansi, menunda investasi, hingga mengoptimalkan
  operasional penerbangan. Tidak menutup kemungkinan, maskapai juga akan
  mengurangi frekuensi penerbangan untuk menekan beban biaya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Seorang juru bicara Korean Air menyatakan pihaknya kini masuk ke
  mode manajemen darurat. &amp;quot;Kami akan menerapkan langkah-langkah
  pengurangan biaya internal untuk memastikan stabilitas perusahaan di
  tengah kenaikan harga bahan bakar dan ketidakpastian ekonomi
  global,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil Ketua Korean
  Air Woo Ki-hong dalam memo   internal kepada karyawan menegaskan
  perusahaan tengah bersiap   menghadapi &amp;quot;lonjakan pengeluaran
  bahan bakar&amp;quot;. Ia menyebut   langkah efisiensi ini bukan sekadar
  respons jangka pendek, tetapi juga   bagian dari upaya memperkuat
  fondasi bisnis dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;China &amp;amp; Hong
  Kong&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagai importir minyak terbesar dunia, China tak
  luput dari   dampak lonjakan harga energi global. Maskapai China
  Eastern Airlines   memperingatkan bahwa konflik geopolitik akan
  memberi tekanan   signifikan terhadap kinerja industri penerbangan
  tahun ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sejumlah maskapai di China telah menaikkan
  biaya tambahan bahan   bakar (fuel surcharge) sejak konflik memanas.
  Di sisi lain, pemerintah   dilaporkan menahan ekspor bahan bakar untuk
  menjaga stabilitas harga   domestik, yang berpotensi memperketat
  pasokan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di Hong Kong, Cathay Pacific juga mengambil
  langkah serupa   dengan memasukkan biaya tambahan bahan bakar ke
  seluruh penerbangan.   Dampaknya, harga tiket melonjak dan berisiko
  menekan permintaan,   terutama di tengah ketidakpastian ekonomi
  global.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jepang&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berbeda dengan negara lain,
  dampak langsung di Jepang masih   relatif terbatas. All Nippon Airways
  (ANA) menyatakan belum menaikkan   biaya tambahan bahan bakar untuk
  tiket periode April hingga Mei karena   harga telah dikunci
  sebelumnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Dampak langsung saat ini masih
  terbatas,&amp;quot; kata juru   bicara ANA, menambahkan bahwa strategi
  lindung nilai (hedging)   membantu meredam gejolak harga energi.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sementara itu, Japan Airlines belum mengambil langkah spesifik
  terkait kenaikan biaya bahan bakar. Namun, maskapai mengakui adanya
  kenaikan harga pada rute tertentu, khususnya penerbangan Jepang-Eropa,
  akibat lonjakan permintaan setelah penutupan rute Timur Tengah.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;India&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Industri penerbangan India menghadapi
  tekanan berlapis. Selain   kenaikan harga bahan bakar, maskapai juga
  terdampak pembatalan   penerbangan ke Timur Tengah, salah satu pasar
  internasional terbesar mereka.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Otoritas penerbangan
  India memperkirakan maskapai akan memangkas   kapasitas penerbangan
  domestik hingga 10% dalam periode Maret hingga   Oktober. Langkah ini
  diambil untuk menyesuaikan biaya operasional yang melonjak.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Di sisi lain, pemerintah telah mencabut batas atas harga tiket
  sejak 23 Maret. Kebijakan ini memberi fleksibilitas bagi maskapai
  untuk menaikkan tarif guna menutup lonjakan biaya bahan bakar yang
  terus meningkat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Filipina-Vietnam-Singapura &lt;br /&gt;Dampak
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; juga
  terasa   kuat di Asia Tenggara. Filipina menjadi negara pertama yang
  menetapkan   status darurat energi nasional sebagai respons terhadap
  lonjakan harga   bahan bakar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Presiden Ferdinand Marcos
  memperingatkan bahwa penghentian   operasional penerbangan akibat
  kekurangan bahan bakar menjadi   &amp;quot;kemungkinan nyata&amp;quot;,
  setelah sejumlah maskapai kesulitan   mengisi bahan bakar di luar
  negeri.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Vietnam juga menghadapi ancaman serupa. Negara
  yang mengimpor   hampir 90% kebutuhan minyaknya ini berpotensi
  mengalami kekurangan   bahan bakar jet dalam waktu dekat. Vietnam
  Airlines bahkan telah   menangguhkan beberapa penerbangan domestik
  sebagai langkah antisipasi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu Singapore
  Airlines dan anak usahanya Scoot   menyesuaikan strategi dengan
  menaikkan tarif tiket. Biaya bahan bakar   kini menyumbang sekitar 30%
  dari total pengeluaran, menjadikannya   komponen terbesar dalam
  struktur biaya maskapai.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Meski demikian, maskapai
  mengakui kenaikan tarif hanya mampu   menutup sebagian dari lonjakan
  biaya. Artinya, tekanan terhadap margin   keuntungan tetap
  tinggi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Otoritas penerbangan Singapura bahkan memutuskan
  menunda   penerapan pungutan bahan bakar ramah lingkungan yang
  sedianya berlaku   April 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi
  beban tambahan di   tengah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; global.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(sef/sef)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260402165448-4-723622/ramai-ramai-maskapai-asia-ketar-ketir-harga-bbm-naik"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bukti China Jadi Negara Pemenang, Mampu Bertahan Tanpa Selat Hormuz</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300043" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300043</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika banyak negara Asia cemas menghadapi
  potensi penutupan jalur vital minyak dunia di Selat Hormuz, posisi
  China justru dinilai relatif lebih aman. Negara yang merupakan
  importir minyak terbesar melalui jalur tersebut justru dianggap
  sebagai salah satu yang paling siap menghadapi gangguan pasokan
  energi.&lt;br /&gt;China mengonsumsi minyak dalam jumlah sangat besar dari
  kawasan Teluk dan mengimpor hampir sebanyak gabungan impor India,
  Jepang, dan Korea Selatan. Namun ketika negara-negara Asia lain
  meminta warganya menghemat energi, mulai dari mandi lebih singkat
  hingga bekerja dari rumah, media resmi Partai Komunis China justru
  menyatakan bahwa negara tersebut memiliki &amp;quot;mangkuk nasi
  energi&amp;quot; sendiri.&lt;br /&gt;Editorial tersebut tidak menyebutkan bahwa
  Beijing secara tidak resmi membatasi ekspor bahan bakar untuk
  menghemat pasokan. Meski demikian, China dinilai lebih terlindungi
  dibanding banyak negara tetangganya berkat kebijakan bertahun-tahun
  yang mengurangi kerentanan terhadap guncangan energi.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;China memiliki armada kendaraan listrik yang hampir setara
  dengan gabungan seluruh dunia, cadangan minyak yang besar dan terus
  bertambah, pasokan energi yang terdiversifikasi, serta jaringan
  listrik yang hampir sepenuhnya mandiri berkat &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; domestik dan
  energi terbarukan.&lt;br /&gt;Menurut Lauri Myllyvirta, co-founder Centre
  for Research on Energy and Clean Air, situasi saat ini sesuai dengan
  perencanaan jangka panjang China. &lt;br /&gt;&amp;quot;Situasi saat ini
  benar-benar mendekati apa yang telah direncanakan para perencana China
  selama beberapa dekade,&amp;quot; katanya, dilansir Reuters, Kamis
  (2/4/2026). &amp;quot;Ini memvalidasi dorongan untuk mengurangi
  ketergantungan pada bahan bakar fosil yang diangkut melalui
  laut.&amp;quot;&lt;br /&gt;Pada akhir 2020, Beijing menargetkan pembelian
  kendaraan listrik mencapai 20% dari penjualan mobil baru pada 2025.
  Namun, tahun lalu penjualan kendaraan listrik sudah mencapai setengah
  dari seluruh kendaraan baru.&lt;br /&gt;Ledakan tak terduga ini membuat
  konsumsi bahan bakar China mencapai puncaknya setelah puluhan tahun
  tumbuh pesat. Negara tersebut kini membakar dan mengimpor lebih
  sedikit minyak dibanding perkiraan beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;Minyak
  yang digantikan oleh kendaraan listrik tahun lalu diperkirakan setara
  dengan volume impor China dari Arab Saudi, menurut estimasi lembaga
  riset energi di Finlandia tersebut.&lt;br /&gt;Jaringan listrik China juga
  hampir sepenuhnya ditopang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; domestik dan
  energi terbarukan yang berkembang pesat. Pertumbuhan energi bersih
  bahkan melampaui target Beijing, sehingga hampir seluruh tambahan
  kebutuhan listrik tiap tahun dipenuhi oleh proyek baru tenaga surya
  atau angin.&lt;br /&gt;Kondisi ini mengurangi kebutuhan impor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; serta gas alam
  cair (LNG), khususnya di beberapa provinsi pesisir yang sebelumnya
  bergantung pada bahan bakar tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu, kendati China
  mengimpor minyak dalam jumlah besar, namun berbeda dengan importir
  Asia lainnya, Beijing menghindari ketergantungan pada satu pemasok.
  Sebagai perbandingan, Jepang membeli hampir 80% minyaknya dari Arab
  Saudi dan Uni Emirat Arab. China memperoleh porsi serupa dari delapan
  negara berbeda.&lt;br /&gt;Beijing juga membeli minyak diskon dari Rusia,
  Venezuela, dan Iran, negara-negara yang terkena sanksi Amerika Serikat
  sehingga dihindari sebagian besar pembeli.&lt;br /&gt;Sebagian impor
  tersebut dialirkan ke cadangan strategis minyak yang bersifat rahasia.
  Ukuran pastinya tidak diketahui, namun bersama stok milik perusahaan
  kilang komersial, China diperkirakan memiliki cadangan yang cukup
  untuk menggantikan impor melalui Selat Hormuz selama sekitar tujuh
  bulan.&lt;br /&gt;Produksi minyak domestik China juga mencapai rekor 4,3
  juta barel per hari tahun lalu, setara sekitar 40% dari total impor.
  Namun cadangan minyak domestik menipis, sehingga kecil kemungkinan
  China meniru lonjakan minyak serpih seperti yang terjadi di
  AS.&lt;br /&gt;Menurut Chen Lin, Wakil Presiden lembaga riset migas, Rystad
  Energy, permintaan minyak China kemungkinan segera mencapai puncaknya.
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Permintaan minyak China kemungkinan mencapai puncaknya
  tahun ini dan kemudian menurun,&amp;quot; katanya.&amp;quot;Jadi meskipun
  porsi impor tetap tinggi, situasinya tidak mungkin
  memburuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;Gas alam menjadi cerita berbeda. Produksi
  domestik meningkat cukup cepat sehingga, bersama impor melalui pipa,
  China kini mengimpor lebih sedikit LNG dibanding 2020.&lt;br /&gt;Jaringan
  pipa energi China memungkinkan diversifikasi dari jalur laut dengan
  pasokan dari Rusia, Asia Tengah, dan Myanmar. Rencana ambisius
  pembangunan pipa baru Rusia-China, Power of Siberia 2, masih
  membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum selesai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(luc/luc)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260402160439-4-723607/bukti-china-jadi-negara-pemenang-mampu-bertahan-tanpa-selat-hormuz"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Produksi Batu Bara PTBA Naik 9% di 2025 Jadi 47,2 Juta Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300014" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300014</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) mencatatkan kinerja
  operasional yang solid sepanjang 2025 dengan peningkatan produksi batu
  bara sebesar 9% menjadi 47,2 juta ton. Kenaikan ini terjadi di tengah
  tekanan harga batu bara global yang mengalami koreksi
  signifikan.&lt;br /&gt;Tak hanya produksi, volume penjualan &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; juga ikut meningkat
  sebesar 6% menjadi 45,4 juta ton. Sejalan dengan itu, volume angkutan
  batu bara turut naik 6% dari 38,2 juta ton menjadi 40,4 juta
  ton.&lt;br /&gt;Capaian positif pada sisi hulu dan hilir ini mencerminkan
  keberhasilan strategi adaptif perusahaan dalam menjaga kesinambungan
  pasokan energi, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar
  internasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; tetap menjadi   pilar
  utama ketahanan energi nasional dengan mengalokasikan 54% dari   total
  penjualan untuk pasar domestik. Selain itu, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; juga terus melakukan
  ekspansi dan diversifikasi pasar global yang agresif dengan
  mencatatkan porsi ekspor sebesar 46%.&lt;br /&gt;Selain memperkokoh posisi
  di negara-negara Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea
  Selatan, dan Filipina, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; juga berhasil melakukan
  penetrasi pasar baru ke benua Eropa, yakni ke Spanyol dan
  Rumania.&lt;br /&gt;Direktur Utama &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Arsal Ismail menekankan,
  capaian kinerja operasional sepanjang 2025 ini menjadi cerminan
  ketahanan bisnis Perseroan di tengah tekanan harga batu bara global
  yang berfluktuasi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tahun 2025 adalah pembuktian atas
  resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi
  akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22%, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; mampu menjawab tantangan
  tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa
  pasar global,&amp;quot; ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu
  (2/4/2026).&lt;br /&gt;Adapun di tengah tantangan volatilitas pasar global,
  kinerja keuangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;
  juga masih sehat didukung dengan arus kas yang kuat secara finansial.
  Sepanjang 2025, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;
  mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun dengan EBITDA mencapai
  Rp6,08 triliun.&lt;br /&gt;Meskipun profitabilitas mengalami tekanan harga
  global, Perseroan menunjukkan pemulihan (recovery) yang menjanjikan
  secara kuartalan. Hal ini didukung oleh posisi keuangan yang tetap
  kokoh, ditandai dengan kenaikan arus kas operasi yang tumbuh
  signifikan sebesar 24% menjadi Rp6,26 triliun, mencerminkan
  fundamental bisnis yang sehat.&lt;br /&gt;Pertumbuhan aset meningkat menjadi
  Rp43,92 triliun didorong oleh penambahan aset tetap strategis.
  Realisasi belanja modal (CapEx) sebesar Rp4,55 triliun difokuskan pada
  pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan
  batu bara relasi Tanjung Enim - Kramasan.&lt;br /&gt;Memasuki tahun 2026,
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; menyambut
  positif persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa
  adanya pemotongan volume produksi. Perseroan membidik target produksi
  dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun ini.&lt;br /&gt;Arsal
  menambahkan, strategi cost leadership melalui skema selective mining
  dan optimasi rantai pasok akan terus menjadi mesin utama perusahaan
  untuk menjaga daya saing.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan fokus pada efisiensi dan
  pengembangan bisnis yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan
  kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; optimis dapat menjaga
  kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada
  perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260402144520-4-723567/produksi-batu-bara-ptba-naik-9-di-2025-jadi-472-juta-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Batu Bara Anjlok, Laba PTBA Turun Jadi Rp 2,93 Triliun</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299985" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299985</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:18Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakara, CNBC Indonesia — PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) mencatatkan laba tahun
  berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
  Rp2,93 triliun sepanjang tahun 2025. Torehan itu anjlok 43% secara
  tahunan atau year on year (yoy).&lt;br /&gt;Merinci siaran persnya, emiten
  batu bara pelat merah itu mencatatkan pendapatan usaha turun tipis
  menjadi Rp42,65 triliun. Perolehan itu turun tipis dari setahun
  sebelumnya sebesar Rp42,76 triliun.&lt;br /&gt;Meskipun volume penjualan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; tercatat
  meningkat 6% yoy, namun pelemahan harga batu bara, baik Newcastle
  Index yang turun 22% YoY dan ICI-3 yang turun 16% yoy, berimbas pada
  pelemahan harga jual rata-rata yang tercatat turun 6% yoy.&lt;br /&gt;Adapun
  untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Desember 2025 ini, penjualan
  domestik tercatat sebesar 54%, sedangkan sisanya 46% merupakan ekspor.
  Pada akhir periode ini, lima negara tujuan ekspor terbesar ditempati
  oleh Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan
  Filipina.&lt;br /&gt;Beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp36,39
  Triliun, atau naik sebesar 5% secara yoy. Kenaikan ini seiring dengan
  peningkatan volume operasional, baik produksi batu bara yang naik 9%
  yoy maupun angkutan yang juga naik 6% yoy, meskipun dari sisi
  stripping ratio tercatat lebih rendah di angka 6,07x dari pada periode
  yang sama tahun sebelumnya di angka 6,23x.&lt;br /&gt;Selain itu, pencabutan
  subsidi komponen FAME pada Biodiesel serta kewajiban untuk menggunakan
  B40 juga berdampak pada peningkatan harga BBM/liter (+13% yoy), yang
  otomatis berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan
  oleh &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;, baik untuk
  kegiatan penambangan maupun angkutan kereta api.&lt;br /&gt;Di samping itu,
  secara yoy, beban umum dan administrasi naik sebesar Rp261,88 miliar
  atau 13% dan beban penjualan naik 3% atau sebesar Rp23,58 miliar.
  Kenaikan ini selaras dengan peningkatan volume penjualan yang naik 6%
  yoy.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; membukukan   penghasilan
  keuangan sebesar Rp219,50 miliar, atau turun 12% yoy   seiring dengan
  turunnya penghasilan bunga baik dari penempatan kas di   bank dan
  deposito berjangka maupun dari penempatan   obligasi.&lt;br /&gt;Biaya
  keuangan tercatat Rp325,93 miliar atau naik 15%   yoy seiring dengan
  peningkatan beban bunga dari pinjaman bank.   Sedangkan bagian atas
  laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama   tercatat Rp 671,56
  miliar, atau naik 5% yoy.&lt;br /&gt;Di sisi neraca,   total aset &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; pada 31   Desember 2025
  tercatat sebesar Rp43,92 triliun atau naik 5%   dibandingkan akhir
  tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp41,79 triliun.   Hal tersebut
  disebabkan adanya kenaikan nilai aset tidak lancar   sebesar 12% atau
  ekuivalen dengan Rp3,12 triliun, yang utamanya   diperoleh dari
  penambahan aset tetap.&lt;br /&gt;Total Liabilitas dan   Ekuitas Total
  liabilitas pada 31 Desember 2025 tercatat naik dari   posisi pada
  akhir Desember 2024 sebesar Rp19,14 triliun, menjadi   Rp21,30
  triliun,yang utamanya disebabkan oleh adanya kenaikan pinjaman   bank.
  Sedangkan ekuitas tercatat menurun tipis dari posisi akhir   Desember
  2024 sebesar Rp22,64 triliun menjadi Rp22,62 triliun pada 31
  Desember 2025.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260402133951-17-723549/harga-batu-bara-anjlok-laba-ptba-turun-jadi-rp-293-triliun"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Akademisi Nilai Kebijakan WFH Efektif Tekan Konsumsi Energi di Tengah Krisis Global</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299965" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299965</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Ilustrasi(Freepik.com)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;SEJUMLAH pakar kebijakan publik
  mendukung kebijakan pemerintah   yang menerapkan work from home (WFH)
  setiap hari Jumat mulai 1 April   2026 sebagai langkah strategis untuk
  menekan konsumsi energi di tengah   ketidakpastian harga minyak dunia.
  Kebijakan ini dipandang sebagai   upaya realistis pemerintah dalam
  menjaga stabilitas tanpa harus   menaikkan harga bahan bakar minyak
  (BBM).&lt;br /&gt;Pengamat kebijakan   publik Universitas Padjadjaran
  (Unpad), Bonti Wiradinata mengatakan,   kebijakan tersebut sebagai
  bentuk manajemen permintaan energi yang   cukup efektif. Pemerintah,
  kata dia, memilih pendekatan yang lebih   aman secara ekonomi dan
  politik dibandingkan opsi menaikkan harga BBM   yang berisiko memicu
  inflasi.&lt;br /&gt;“Kebijakan WFH Nasional setiap   Jumat yang dimulai 1
  April 2026 merupakan langkah strategis yang   menarik untuk dibedah.
  Di tengah gejolak harga minyak mentah dunia   yang tidak menentu,
  pemerintah terlihat memilih jalur 'manajemen   permintaan' (demand
  management) daripada menaikkan harga subsidi yang   berisiko memicu
  inflasi dan gejolak politik,” ujar Bonti melalui   keterangannya,
  Kamis (2/4/2026). Baca juga : Belum Tentu Efektif,   Legislator Minta
  Rencana WFH Satu Hari Ditinjau Ulang&lt;br /&gt;Bonti   mengatakaan
  penurunan beban listrik di gedung-gedung pemerintahan dan   swasta di
  Jakarta, Surabaya, dan Medan dapat mencapai 15-20% imbas WFH   pada
  hari Jumat. Hal ini mengurangi beban puncak PLN.&lt;br /&gt;Selain itu,
  mengacu pada data historis mobilitas di 5 kota besar; Jakarta,
  Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, Bonti menyebut sektor
  transportasi menyumbang sekitar 46% dari total konsumsi energi final.
  Dengan asumsi 20-30% tenaga kerja melakukan WFH, Bonti mengatakan
  terdapat potensi penurunan konsumsi listrik perkantoran yang
  signifikan.&lt;br /&gt;“Dari sisi kebijakan publik, langkah ini merupakan
  bentuk kebijakan konservasi energi sektoral. Penghematan energi
  terjadi pada dua titik utama, yaitu operasional gedung perkantoran dan
  konsumsi bahan bakar kendaraan,” kata dia.Baca juga : Work From Home
  Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM, Namun belum Cukup Jaga
  Defisit&lt;br /&gt;Dari sisi produktivitas, Bonti menyebut kebijakan WFH
  satu hari dalam sepekan tidak akan mengganggu kinerja lembaga maupun
  perusahaan secara signifikan. Bahkan, dengan dukungan infrastruktur
  digital yang memadai, pola kerja hybrid justru berpotensi meningkatkan
  efisiensi kerja.&lt;br /&gt;Bonti menambahkan, kebijakan ini juga memberikan
  manfaat ekonomi langsung bagi pekerja karena berkurangnya biaya
  transportasi dan operasional harian. Sementara bagi pemerintah,
  langkah ini menjadi instrumen pengendalian konsumsi energi yang
  relatif murah namun berdampak luas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ditinjau dari
  perspektif politik dan manajemen organisasi sering kali mempertanyakan
  hal ini. Kuncinya bukan pada lokasi, melainkan pada infrastruktur
  digital sebagai backbone manajemen birokrasi,&amp;quot; ujar Bonti.
  &lt;br /&gt;Sementara itu, pakar kebijakan publik Universitas Katolik
  Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono menilai kebijakan WFH
  merupakan langkah rasional dalam merespons &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; global.
  Menurut dia, pendekatan ini memungkinkan pemerintah mengendalikan
  konsumsi energi tanpa membebani fiskal negara.&lt;br /&gt;“Kebijakan
  pemerintah yang memberlakukan WFH setiap hari Jumat bagi ASN dan
  sebagian sektor swasta dapat dipandang sebagai langkah yang rasional
  dan relatif positif dalam konteks &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; global. Dari
  perspektif kebijakan publik, ini merupakan bentuk intervensi di sisi
  permintaan (demand-side management), yaitu upaya menekan konsumsi
  energi tanpa harus menambah beban fiskal melalui subsidi atau
  menaikkan harga BBM,” ujar Kristian.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, ia menilai
  pengurangan mobilitas harian, khususnya perjalanan rumah–kantor, akan
  berdampak langsung terhadap penurunan konsumsi BBM di sektor
  transportasi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa efek penghematan
  tidak sepenuhnya linier karena adanya potensi perubahan pola konsumsi
  energi di rumah tangga.&lt;br /&gt;Dari sisi produktivitas, kebijakan WFH
  satu hari dalam seminggu menurut Kristian pada dasarnya tidak akan
  menurunkan kinerja organisasi secara signifikan, bahkan dalam beberapa
  kasus justru dapat meningkatkan efisiensi kerja. Ia menyebut
  pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa model kerja
  hybrid, yaitu kombinasi antara kerja dari kantor dan dari rumah, mampu
  menjaga bahkan meningkatkan produktivitas apabila didukung oleh sistem
  manajemen kinerja yang jelas, infrastruktur digital yang memadai,
  serta budaya kerja yang adaptif. &lt;br /&gt;“Tantangan memang masih ada,
  terutama terkait kesiapan digital dan mekanisme pengawasan kinerja.
  Namun, karena kebijakan ini hanya diterapkan satu hari dalam seminggu,
  maka potensi gangguan terhadap koordinasi dan pelayanan publik relatif
  dapat diminimalkan, apalagi jika sektor-sektor layanan esensial tetap
  dikecualikan,&amp;quot; kata dia. (H-2)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/875654/akademisi-nilai-kebijakan-wfh-efektif-tekan-konsumsi-energi-di-tengah-krisis-global"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://mediaindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah Terbebani Pelemahan Saham BRPT, ADMR &amp;amp MEDC</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299949" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299949</id>
    <updated>2026-04-03T01:00:13Z</updated>
    <published>2026-04-03T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Bisnis-27 ditutup di zona merah dengan
  melemah 1,38% ke level 487,48 pada perdagangan Kamis (2/4/2026).
  Indeks Bisnis-27 ditutup melemah terbebani penurunan saham BRPT, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt;, dan
  MEDC.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil
  kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 1,38%. Indeks
  bergerak di kisaran 480,77 hingga 489,82.&lt;br /&gt;Dari 27 konstituen,
  terdapat empat saham yang ditutup di zona hijau, satu saham stagnan,
  dan 22 saham lainnya ditutup di zona merah.&lt;br /&gt;Saham PT Barito
  Pacific Tbk. (BRPT) memimpin pelemahan indeks dengan turun 12,32% atau
  180 poin ke level Rp1.820. Selanjutnya, saham PT Alamtri Minerals
  Indonesia Tbk. (&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt;)
  turun 6,47% ke level Rp1.880.&lt;br /&gt;Emiten lainnya yang juga melemah
  adalah MEDC yang turun 4,75% ke level Ro1.605, saham INCO melemah
  4,35% ke level Rp5.500, dan saham NCKL turun 4,27% ke level
  Rp1.220.&lt;br /&gt;Sementara itu, saham-saham yang menguat dialami oleh
  MAPI yang naik 4,40% ke level Rp1.305, saham BBCA menguat 1,15% ke
  level Rp6.575, dan saham INDF naik 0,76% ke level Rp6.625 per
  saham.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup
  melemah pada Kamis (2/4/2026) ke level 7.026,78.&lt;br /&gt;Indeks komposit
  melemah dengan turun 2,19%. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG
  bergerak pada rentang 7.019-7.161.&lt;br /&gt;Tercatat, 177 saham menguat,
  530 saham melemah, dan 113 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi
  pasar IHSG terpantau pada posisi Rp12.330
  triliun.&lt;br /&gt;______&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan
  mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya
  ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap
  segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260402/7/1963970/indeks-bisnis-27-ditutup-merah-terbebani-pelemahan-saham-brpt-admr-medc"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-03T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Mendadak Rebound, Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299899" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299899</id>
    <updated>2026-04-02T07:00:18Z</updated>
    <published>2026-04-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah aksi jual bersih secara agregat,
  investor asing masih melakukan pembelian selektif pada sejumlah saham
  dengan total net buy menonjol di beberapa emiten, terutama sektor
  energi dan telekomunikasi.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, asing masih
  mencatat net sell Rp 165,5 miliar pada Rabu (1/4/2026), turun
  dibandingkan dengan hari sebelumnya Rp 1,28 triliun. &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menjadi yang paling banyak
  diborong asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp106,2
  miliar.&lt;br /&gt;Di posisi berikutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  (TLKM) mencatatkan net buy sebesar Rp93,8 miliar, disusul oleh PT
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk.
  (BUMI) sebesar Rp79,9 miliar.&lt;br /&gt;Selengkapnya, berikut daftar 10
  saham dengan net foreign buy terbesar:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Darma Henwa
  Tbk. (DEWA) - Rp106,2 miliar&lt;br /&gt;PT Telkom   Indonesia (Persero) Tbk.
  (TLKM) - Rp93,8 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  - Rp79,9 miliar&lt;br /&gt;PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp52,6
  miliar&lt;br /&gt;PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp52 miliar&lt;br /&gt;PT
  Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp50,5 miliar&lt;br /&gt;PT Bangun Kosambi
  Sukses Tbk. (CBDK) - Rp49,5 miliar&lt;br /&gt;PT Buana Lintas Lautan Tbk.
  (BULL) - Rp48,3 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) -
  Rp46,4 miliar&lt;br /&gt;PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp46,2
  miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, Indeks Harga Saham
  Gabungan (IHSG) ditutup naik   nyaris 2% atau 136,22 poin ke level
  7.184,44. Sebanyak 494 saham naik,   224 turun, dan 240 tidak
  bergerak. Nilai transaksi hari ini mulai   ramai, meskipun masih belum
  menyamai rata-rata nilai transaksi harian   pada awal
  tahun.&lt;br /&gt;Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,44   triliun,
  melibatkan 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi.
  Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 12.650 triliun.&lt;br /&gt;Mengutip
  Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau. Utilitas, bahan baku,
  dan konsumer non-primer memimpin penguatan, dengan masing-masing naik
  4%, 3,66%, dan 3,09%.&lt;br /&gt;Sejumlah saham konglomerat menopang IHSG.
  Impack Pratama (IMPC) yang naik 21,6% dan berkontribusi 10,17 poin
  menjadi saham dengan bobot terbesar.&lt;br /&gt;Kemudian diikuti oleh Telkom
  (TLKM) yang menyumbang 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26
  poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  (BRMS) 7,48 poin.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260401222426-17-723367/ihsg-mendadak-rebound-asing-diam-diam-akumulasi-saham-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Komitmen Investasi Rp574 T Dibawa dari Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korsel</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299879" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299879</id>
    <updated>2026-04-02T07:00:13Z</updated>
    <published>2026-04-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan CEO Danantara Rosan
  Roeslani(Youtube Setpres)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kunjungan Presiden Prabowo
  Subianto ke Jepang dan Korea Selatan   membuahkan komitmen investasi
  besar hingga mencapai Rp574 triliun.   Menteri Koordinator Bidang
  Perekonomian Airlangga Hartarto merinci,   dari Korea Selatan,
  Indonesia menandatangani 10 nota kesepahaman   (Memorandum of
  Understanding/MoU) dengan nilai mencapai Rp173 triliun.   Kesepakatan
  tersebut tercapai dalam forum Indonesia-Korea Partnership   for
  Resilient Growth pada Rabu (1/4), yang turut dihadiri Menteri
  Perdagangan Korea, Yo Han Ko.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam pertemuan tersebut
  ditandatangani 10 memorandum of understanding nilainya US$10,2 miliar
  atau Rp173 triliun,&amp;quot; kata Airlangga dalam keterangan pers secara
  daring, Kamis (2/4).&lt;br /&gt;Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor
  strategis, mulai dari energi dan transisi hijau seperti solar power,
  carbon capture and storage, hingga energi terbarukan. Selain itu,
  mencakup pula sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai,
  serta transportasi ramah lingkungan. Investasi juga merambah sektor
  digital dan kecerdasan buatan (AI), properti dan infrastruktur
  termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai. Serta, kerja sama bisnis
  antara Kadin dan Korea Chamber of Commerce and Industry (KCCI) untuk
  memperkuat rantai pasok baterai dan investasi teknologi.Baca juga :
  Prabowo Tiba di Jakarta, Bawa Komitmen Rp380 Triliun dari
  Jepang-Korsel&lt;br /&gt;&amp;quot;Antara lain berbicara mengenai investasi dari
  Pohang Iron and Steel Company atau dikenal Posco yang akan
  dilanjutkan,&amp;quot; kata Airlangga.&lt;br /&gt;Ia juga mengungkapkan adanya
  tawaran investasi dari Lotte yang mengundang Danantara untuk turut
  menjadi investor.&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam kunjungan ke Jepang pada
  Selasa (31/3), kedua negara menyepakati sembilan MoU dengan total
  investasi sebesar Rp401 triliun. Kerja sama ini mencakup sektor energi
  dan transisi energi, minyak dan gas (migas) terutama proyek Masela,
  industri dan hilirisasi, keuangan dan inklusi finansial, serta
  investasi kelembagaan melalui Japan External Trade Organization
  (Jetro) dan Kadin, termasuk sektor industri kreatif dan
  manufaktur.Baca juga : Presiden Prabowo Subianto Dipastikan Hadir di
  Indonesia Economic Outlook 2026 Jumat 13 Februari&lt;br /&gt;&amp;quot;Kunjungan
  bapak Presiden di kedua negara ini menghasilkan komitmen investasi
  sebesar Rp574 triliun,&amp;quot; jelas Airlangga.&lt;br /&gt;Menurutnya, capaian
  tersebut sangat signifikan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
  Indonesia dinilai tetap menjadi tujuan menarik bagi investor Jepang
  dan Korea Selatan, yang masing-masing menempati peringkat ketiga dan
  ketujuh dalam investasi dan perdagangan dengan Indonesia. Ke depan,
  kedua negara juga berharap Indonesia dapat berperan sebagai
  co-investor melalui sovereign wealth fund yang dimiliki.&lt;br /&gt;Selain
  itu, Airlangga juga menjelaskan Prabowo membahas kelanjutan proyek jet
  tempur KF-21/IFX bersama Presiden Republik Korea Lee Jae Myung.
  Katanya, Prabowo akan segera mengirim tim teknis dan engineering untuk
  mempercepat penyelesaian proyek yang telah dibahas sejak era Presiden
  Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan pada masa Presiden Joko
  Widodo. &lt;br /&gt;Selain itu, isu sertifikasi halal untuk industri makanan
  dan minuman juga telah mencapai kemajuan, dengan lima lembaga di Korea
  yang telah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan
  BPJPH Indonesia.&lt;br /&gt;Isu lain yang dibahas adalah perlindungan hak
  kekayaan intelektual (intellectual property rights/IPR). Pemerintah
  Indonesia memastikan pemberian perlakuan setara (level playing field)
  bagi Korea, sebagaimana yang diberikan kepada negara
  lain.&lt;br /&gt;Selanjutnya, kedua negara juga tengah membahas perluasan
  kerja sama sektor energi, yakni penyediaan liquefied natural gas (LNG)
  dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.
  Airlangga mengatakan sekitar 70% kebutuhan energi Negeri Ginseng masih
  bergantung pada kawasan Timur Tengah. Di tengah ketegangan di kawasan
  tersebut, Korsel melihat adanya peluang alternatif pasokan energi dari
  Indonesia. &lt;br /&gt;Potensi kerja sama tersebut terutama mencakup
  penyediaan liquefied natural gas (LNG) dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Namun demikian,
  Airlangga menyebut hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi
  Indonesia, mengingat permintaan domestik terhadap LNG juga terus
  meningkat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi, hal itu yang akan kita bahas ke
  depannya,&amp;quot; ucapnya. &lt;br /&gt;Dalam kesempatan sama, Chief Executive
  Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara
  (Danantara Indonesia), Rosan Roeslani menambahkan, pertemuan di Jepang
  dihadiri sekitar 300 pengusaha besar. Selain itu, dilakukan pula
  pertemuan terbatas dengan 12 pengusaha Jepang dan 11 pengusaha Korea
  Selatan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau kita lihat juga investasinya juga meningkat
  secara average itu Korea setiap tahunnya sekitar 14%, Jepang juga
  sekitar 8-9% setiap tahunnya,&amp;quot; kata Rosan.&lt;br /&gt;Menurutnya,
  kehadiran Danantara turut meningkatkan kepercayaan investor untuk
  melakukan investasi bersama, termasuk rencana kerja sama dengan Lotte
  Chemical dan Posco dengan nilai mencapai sekitar US$6
  miliar.&lt;br /&gt;Rosan menegaskan, respons positif dunia usaha terlihat
  dari meningkatnya minat ekspansi ke fase kedua investasi oleh sejumlah
  perusahaan, seperti KCC Glass dan Posco. Hal ini menunjukkan
  stabilitas dan tingkat pengembalian investasi di Indonesia dinilai
  baik oleh investor.&lt;br /&gt;Meski demikian, terdapat sejumlah kendala
  yang disampaikan investor, terutama terkait proses perizinan lintas
  kementerian yang masih memerlukan waktu. Pemerintah berupaya mengatasi
  hal tersebut melalui pembentukan task force atau satuan tugas (satgas)
  debottlenecking, serta penguatan koordinasi antar kementerian,
  termasuk melalui kebijakan perizinan terbaru yang memberikan kepastian
  waktu layanan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Presiden juga menyampaikan Indonesia terbuka
  selama investasi-investasi yang datang ini memberikan asas manfaat
  baik kepada Indonesia dan juga kepada investasi yang masuk ke
  depannya,&amp;quot; tegas Rosan.&lt;br /&gt;Dengan berbagai komitmen dan
  perbaikan kebijakan tersebut, pemerintah optimistis iklim investasi
  dan industri di Indonesia akan semakin kondusif di tengah dinamika
  global. (E-3)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/875608/komitmen-investasi-rp574-t-dibawa-dari-kunjungan-prabowo-ke-jepang-dan-korsel-"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://mediaindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Terdorong Saham ADRO, MEDC, hingga UNTR</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299863" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299863</id>
    <updated>2026-04-02T07:00:10Z</updated>
    <published>2026-04-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka bergerak menguat
  berlawanan dengan pelemahan IHSG. Indeks Bisnis-27 dibuka menguat
  terdorong saham-saham seperti &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, MEDC, dan
  UNTR.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil
  kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini dibuka melemah pada
  level 487,48, tetapi perlahan bergerak ke zona hijau dengan menguat
  0,22% ke level 489,82 sesaat setelah pembukaan. &lt;br /&gt;Dari 27
  konstituen, terdapat 14 saham yang dibuka di zona hijau, empat saham
  stagnan, dan sembilan saham lainnya dibuka di zona merah.&lt;br /&gt;Saham
  PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) memimpin penguatan
  indeks dengan naik 2,41% atau 60 poin ke level Rp2.550. Selanjutnya,
  saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menguat 2,37% ke level
  Rp1.725.&lt;br /&gt;Emiten lainnya yang menguat pagi ini di antaranya UNTR,
  BBCA, dan MIKA yang menguat masing-masing 1,78% ke level Rp31.475
  untuk UNTR, naik 1,54% ke level Rp6.600 untuk BBCA, dan menguat 1,42%
  ke level Rp2.140 untuk MIKA.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, saham-saham
  yang melemah dialami oleh PT Alamtri   Minerals Indonesia Tbk. (ADMR)
  yang turun 3,98% atau 80 poin ke level   Rp1.930. Disusul PT Bumi
  Resources Tbk. (BUMI) yang turun 3,36% ke   level Rp230 dan PT Barito
  Pacific Tbk. (BRPT) yang turun 2,40% ke   Rp1.425.&lt;br /&gt;Di sisi lain,
  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka   melemah pada level
  7.153,11 pada perdagangan Kamis   (2/3/2026).&lt;br /&gt;Sesaat setelah
  pembukaan perdagangan hari ini, IHSG   bergerak pada rentang
  7.131-7.156.&lt;br /&gt;Tercatat, 215 saham menguat,   212 saham melemah,
  dan 214 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi   pasar IHSG terpantau
  pada posisi Rp12.610 triliun.&lt;br /&gt;Disclaimer:   berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.   Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak   bertanggung jawab
  terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang   timbul dari
  keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260402/7/1963870/indeks-bisnis-27-dibuka-menguat-terdorong-saham-adro-medc-hingga-untr"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indika Energy Signals Strong Push Toward First Gold at Awak Mas Project</title>
    <link rel="alternate" href="https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299768" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://api-monitoring.ugems.id/ar/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5299768</id>
    <updated>2026-04-02T01:00:41Z</updated>
    <published>2026-04-02T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;indika energy&lt;/span&gt; Tbk
  is sending a clear message about its long-term strategy: gold is set
  to become a key pillar of its future portfolio.That signal was
  reinforced by the recent site visit of President Director Azis Armand
  to the Awak Mas gold project in South Sulawesi, operated by subsidiary
  PT Masmindo Dwi Area. Far from a ceremonial visit, the inspection
  underscores the company’s focus on ensuring operational readiness and
  quality standards as it approaches a critical milestone—its first gold
  production.The visit comes at a pivotal moment for Masmindo, with 2026
  expected to mark the project’s transition into production. For Indika,
  long known for its roots in coal and energy, this marks a strategic
  diversification into precious metals, aligning with global and
  domestic shifts in commodity demand.“Indika’s commitment to expanding
  its gold mining business reflects a forward-looking portfolio
  strategy,” said Herry Gunawan, director of NEXT Indonesia Center.
  “They recognize gold as a future-facing commodity with strong and
  sustained demand.”Indonesia’s gold market dynamics further reinforce
  that outlook. Domestic demand for gold has been on a steady rise,
  supported by growing investment interest and the establishment of a
  national bullion bank ecosystem. These developments are expected to
  deepen market penetration and improve downstream integration.Gold’s
  enduring appeal as a safe-haven asset also strengthens its investment
  case. Amid global uncertainty — whether political, social, or economic
  — gold prices tend to remain resilient and often trend upward,
  offering stability that few other commodities can match.At the same
  time, Indonesia faces a structural imbalance in its gold trade. Since
  2021, the country has been a net importer of gold, relying heavily on
  overseas supply to meet domestic needs. In 2024 alone, imports of raw
  and semi-processed gold exceeded USD 4 billion (IDR 67.96 trillion),
  highlighting both the scale of demand and the opportunity for local
  production to step in.This is precisely the gap Indika aims to address
  through Masmindo. By advancing the Awak Mas project toward production,
  the company is positioning itself not only as a producer but
  potentially as a player across the gold value chain, including
  refining and downstream expansion.Industry observers said that Indika
  has already navigated the most challenging phases of mining
  development—from permitting and due diligence to infrastructure
  build-out, all of which require significant capital and long-term
  commitment.“These milestones reflect a serious investment posture,”
  Herry said. “With production on the horizon, it is likely that Indika
  will continue to expand its footprint in gold, whether through
  downstream integration or further exploration.”As the countdown to
  first gold begins, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;indika
  energy&lt;/span&gt;’s move into the precious metals space is shaping up to
  be more than diversification — it is a calculated bet on one of the
  world’s most enduring and resilient commodities.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.djakarta-miningclub.com/news/indika-energy-signals-strong-push-toward-first-gold-at-awak-mas-project"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://djakarta-miningclub.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-02T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
