BEI Ubah Konstituen LQ45, IDX30 & IDX80, Saham DEWA, BFIN hingga NCKL Menghijau

Admin Ugems
Lectura de un minuto - Tue Jul 28 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak susunan konstituen sejumlah indeks saham utama, seperti LQ45, IDX30, hingga IDX80.
Dari jajaran saham LQ45, BEI memasukkan dua saham baru, yaitu PT indika energy Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Keduanya masuk menggantikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).
Sementara pada indeks IDX30, BEI memasukkan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) ke dalam konstituen indeks, menggantikan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA).
Adapun pada IDX80, BEI menambahkan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Ketiganya menggantikan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) yang keluar dari indeks.

Sejalan dengan pengumuman tersebut pada Senin (27/7/2026), investor tampak telah mengambil posisi pada sejummlah saham terkait. Melansir data Stockbit pukul 09.33 WIB, beberapa saham yang masuk ke dalam indeks utama tersebut bergerak menguat pada perdagangan pagi hari.
Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) misalnya, mengalami kenaikan 5,13% ke Rp820, diikuti PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang naik 1,81% ke Rp450, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) yang naik 1,10% ke Rp1.380.
Hal yang sama terjadi pada PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang secara istimewa masuk ke dua indeks utama. Harga saham NCKL per pukul 09.33 WIB hari ini, naik 1,19% ke Rp850. Hanya saham PT indika energy Tbk. (INDY) yang turun 1,52% ke Rp2.590.
Meskipun begitu, evaluasi mayor terhadap 3 indeks utama ini nantinya mulai berlaku efektif pada 3 Agustus—30 Oktober 2026.
Adapun selain melakukan perubahan konstituen, BEI juga menyesuaikan jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks serta bobot masing-masing emiten sesuai hasil evaluasi berkala.
Evaluasi mayor terhadap indeks dilakukan secara rutin untuk memastikan konstituen tetap merepresentasikan saham-saham dengan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta memenuhi ketentuan free float yang berlaku.
Komposisi baru tersebut akan menjadi acuan bagi pelaku pasar, termasuk manajer investasi yang mengelola produk reksa dana indeks maupun exchange traded fund (ETF).
Hanya saja, secara kinerja, ketiga indeks tersebut masih mencatatkan pelemahan sejak awal tahun.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Comentarios de la página